
MIN 1 PESISIR BARAT (Humas) — Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pesisir Barat menyelenggarakan kegiatan Lebaran Yatim pada Jumat (18/7) sebagai bentuk kepedulian dan cinta terhadap anak-anak yatim dan difabel di lingkungan madrasah dan masyarakat sekitar.
Kegiatan yang digelar di halaman madrasah ini berlangsung dengan khidmat dan penuh kehangatan. Acara ini disaksikan langsung oleh seluruh civitas akademika MIN 1 Pesisir Barat, mulai dari siswa, dewan guru, hingga tenaga kependidikan. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 30 (Tiga Puluh) anak yatim dan anak difabel menerima santunan yang diberikan langsung oleh kepala madrasah dan guru-guru sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang keluarga besar madrasah.
Kepala MIN 1 Pesisir Barat, Hefzon Kurnia, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar acara seremonial, melainkan bagian dari pembentukan karakter siswa agar lebih peduli terhadap sesama dan memiliki empati sejak dini.
“Lebaran Yatim adalah momen untuk mempererat ukhuwah dan menunjukkan bahwa kita semua adalah satu keluarga. Anak-anak yatim dan difabel harus tetap merasa dicintai, dihargai, dan diberi perhatian,” ujar beliau.
Selain penyerahan santunan, acara juga diisi dengan pembacaan doa bersama dan nasihat ringan yang mengangkat tema pentingnya berbagi dan menumbuhkan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari. Momen tersebut membawa suasana haru dan membangkitkan semangat kebersamaan di antara seluruh warga madrasah.
Kegiatan seperti Lebaran Yatim ini memiliki arti yang sangat penting dalam pembinaan karakter siswa. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya diajarkan tentang kewajiban berbagi dalam Islam, tetapi juga dilatih untuk memiliki empati, rasa syukur, dan kesadaran sosial terhadap kondisi orang lain di sekitarnya. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dari pendidikan akhlak yang tidak hanya diajarkan secara teori, tetapi ditanamkan melalui pengalaman langsung yang menyentuh hati.
Dengan terlaksananya kegiatan Lebaran Yatim ini, diharapkan siswa-siswi MIN 1 Pesisir Barat dapat tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, memiliki kepekaan sosial, serta mampu menjadi generasi penerus yang menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan dalam kehidupan mereka kelak. (Desy/Ade/Ahmd)





